Skip to main content

Cara Mencatat Biaya Produksi dari Vendor atau Pihak Ketiga di Accurate Online

Nibras Ratna Fauziah, A.Md.A.K, CAP
Product Enablement Consultant
Dipublikasikan: 23 Februari 2026Diperbarui: 30 Juli 2026

Dalam proses manufaktur, ada kalanya sebagian tahapan produksi dialihkan ke pihak ketiga (subkon), misalnya untuk proses finishing, jahit, coating, atau pekerjaan khusus lainnya. Biaya atas pengerjaan tersebut perlu dicatat dan dialokasikan ke Harga Pokok Produksi (HPP) agar nilai produksi tetap akurat.

Di Accurate Online, proses ini sudah difasilitasi melalui fitur Subkon Biaya Produksi. Penentuan biaya produksi yang disubkon dilakukan saat membuat Formula Produksi dengan Tahapan Produksi, lalu diproses melalui alur Permintaan Barang, Pembelian, hingga pencatatan jurnal secara otomatis. Informasi subkon juga akan tampil dan terpantau di Monitor Perintah Kerja.

Alur umum pemrosesan biaya produksi subkon:

Secara ringkas, alur pemrosesan subkon adalah:

Formula Produksi (Subkon) → Permintaan Barang → Pembelian (PO/GR/Invoice) → Tahapan Proses otomatis → Jurnal ke Perintah Kerja

Sebelum lanjut membaca artikel ini, Kamu juga bisa menonton video tutorialnya terlebih dahulu melalui video di bawah agar proses pengaturannya jadi lebih mudah dipahami.

Kalau setelah menonton video masih ada beberapa bagian yang membingungkan, tenang saja. Kamu bisa lanjut membaca artikel ini sampai selesai karena seluruh tutorialnya akan dibahas secara detail, runtut, dan mudah dipahami bahkan untuk pengguna baru sekalipun.

Cara mencatat biaya produksi dari vendor:

Berikut cara untuk memproses biaya produksi yang dialihkan ke pihak subkon:

1. Menentukan biaya subkon di Formula Produksi

  • Pastikan Kamu telah menentukan biaya-biaya produksi yang akan disubkon pada Formula Produksi dengan Tahapan Produksi (menandai tahapan sebagai subkon dan mengaitkan biaya terkait).
  • Tahap ini menjadi dasar agar sistem mengenali biaya tersebut sebagai subkon.

2. Membuat Permintaan Barang untuk biaya subkon

  • Masuk ke menu Persediaan, lalu buat Permintaan Barang.

subkon biaya produksi

  • Klik Ambil, pilih Tahapan, kemudian tentukan Tahapan Produksi yang disubkon dan klik Lanjut.

subkon biaya produksi

subkon biaya produksi

3. Alternatif dari Monitor Perintah Kerja

  • Kamu juga bisa membuat Permintaan Barang langsung dari Monitor Perintah Kerja.
  • Pada Surat Perintah Kerja, klik icon ➕,, maka sistem akan otomatis menampilkan laman Permintaan Barang yang berisi biaya produksi subkon terkait.
  • Simpan transaksi Permintaan Barang.

subkon biaya produksi

subkon biaya produksi

4. Menyimpan Permintaan Barang dan memantau progres

  • Setelah disimpan, Monitor Perintah Kerja akan otomatis akan terperbarui dengan menampilkan Nomor Transaksi Permintaan Barang pada tahapan produksi terkait.
  • Jika kemudian dibuat Pesanan Pembelian, Penerimaan Barang, atau Faktur Pembelian, nomor-nomor transaksi tersebut juga akan tampil dan terus terperbarui di Monitor Perintah Kerja.

subkon biaya produksi

subkon biaya produksi

5. Tahapan proses otomatis untuk subkon

  • Saat Kamu membuat Permintaan Barang atas biaya subkon, Accurate Online akan otomatis membuat Tahapan Proses “Mulai”.

subkon biaya produksi

subkon biaya produksi

  • Kemudian, ketika Kamu membuat Penerimaan Barang atau Faktur Pembelian atas Permintaan Barang tersebut, sistem akan otomatis membuat Tahapan Proses “Selesai”.

subkon biaya produksi

6. Jurnal otomatis ke akun Perintah Kerja

  • Jika Permintaan Barang atas biaya subkon telah diproses menjadi Penerimaan Barang atau Faktur Pembelian, maka jurnal akan otomatis masuk ke akun Perintah Kerja (WIP) sesuai pengaturan Preferensi Manufaktur.
  • Dengan begitu, biaya subkon langsung terakumulasi ke HPP produksi tanpa perlu jurnal manual.

subkon biaya produksi

subkon biaya produksi

Manfaat menggunakan Subkon Biaya Produksi:

Jadi, dengan fitur Subkon Biaya Produksi, Kamu bisa:

  • Mengalokasikan biaya subkon langsung ke HPP secara akurat

  • Memantau progres subkon melalui Monitor Perintah Kerja

  • Menjaga konsistensi data produksi dan keuangan