Skip to main content

Cara Menghitung Biaya Persediaan FIFO dan Average di Accurate Online

Nibras Ratna Fauziah, A.Md.A.K, CAP
Nibras Ratna Fauziah, A.Md.A.K, CAP
Product Enablement Consultant

Dalam mengelola persediaan barang di sistem akuntansi, salah satu hal yang perlu Kamu pahami adalah metode perhitungan biaya persediaan.

Dua metode yang paling umum digunakan adalah FIFO (First In First Out) dan Rata-Rata (Average Cost). Masing-masingnya memiliki pengaruh yang berbeda terhadap harga pokok penjualan (HPP) dan nilai persediaan akhir, terutama ketika harga barang mengalami fluktuasi.

Accurate Online sudah menyediakan opsi untuk memilih metode perhitungan persediaan sesuai kebutuhan bisnis Kamu.

menghitung biaya persediaan FIFO dan Average

Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari bersama perbedaan perhitungan kedua metode tersebut melalui ilustrasi perhitungan dengan tanggal, kuantitas, dan nominal yang berbeda agar konsepnya lebih mudah dipahami.

Apa itu Metode FIFO dan Rata-Rata?

Metode FIFO (First In First Out) adalah metode yang mengasumsikan bahwa barang yang pertama kali dibeli (masuk persediaan) adalah barang yang pertama kali dikeluarkan atau dijual. Dengan kata lain, barang tertua akan dipakai/dijual terlebih dahulu.

Metode Rata-Rata (Average Cost) adalah metode yang menghitung harga pokok persediaan berdasarkan rata-rata tertimbang dari seluruh persediaan yang tersedia. Setiap pembelian akan mempengaruhi harga rata-rata baru untuk barang tersebut.

Ilustrasi:

Misalnya, selama bulan Maret 2026, perusahaan membeli dan menjual barang A dengan rincian sebagai berikut:

menghitung biaya persediaan FIFO dan Average

Perhitungan dengan Metode FIFO:

Penjualan 15 Maret 2026 – 150 pcs

Menurut FIFO, barang yang terjual pertama adalah pembelian awal:

  1. 100 pcs x Rp 50.000 = Rp 5.000.000
  2. 50 pcs (sisa dari batch 10 Mar) x Rp 55.000 = Rp 2.750.000

HPP penjualan 15 Maret:

= Rp 5.000.000 + Rp 2.750.000 = Rp 7.750.000

Penjualan 28 Maret 2026 – 180 pcs

Sisa persediaan sebelum 28 Mar:

  • Batch 10 Mar: 150 pcs (setelah penjualan 15 Mar sisa 150)
  • Batch 25 Mar: 100 pcs

Pengeluaran FIFO:

  1. 150 pcs x Rp 55.000 = Rp 8.250.000
  2. 30 pcs x Rp 58.000 = Rp 1.740.000

HPP penjualan 28 Maret: = Rp 8.250.000 + Rp 1.740.000 = Rp 9.990.000

Perhitungan dengan metode rata-rata (average)

Kita hitung harga rata-rata setelah setiap pembelian:

Setelah Pembelian 01 & 10 Mar

Total biaya: (100 x 50.000) + (200 x 55.000) = 5.000.000 + 11.000.000 = 16.000.000

Jumlah unit: 100 + 200 = 300

Harga Rata-rata per unit:

= 16.000.000 / 300 = Rp 53.333

Penjualan 15 Maret – 150 pcs

HPP: 150 x Rp 53.333 = Rp 8.000.000

Sisa persediaan setelah 15 Mar:

  • 150 unit tersisa dengan nilai rata-rata Rp 53.333