Skip to main content

Cara Mencatat Uang Muka Pembelian Barang

Nibras Ratna Fauziah, A.Md.A.K, CAP
Nibras Ratna Fauziah, A.Md.A.K, CAP
Product Enablement Consultant

Dalam aktivitas pembelian, uang muka biasanya dibayarkan dalam bentuk tunai atau transfer bank. Namun, pada kondisi tertentu, uang muka pembelian juga bisa diberikan dalam bentuk barang. Jika tidak dicatat dengan benar, transaksi ini bisa menyebabkan saldo persediaan dan nilai utang pembelian menjadi tidak akurat.

Untuk membantu pencatatan tersebut, Accurate Online memungkinkan Kamu untuk mencatat uang muka pembelian berupa barang dengan alur khusus, sehingga nilai uang muka, persediaan, dan utang pembelian tetap tercatat dengan benar dan rapi di laporan keuangan.

Ilustrasi kasus

  • Perusahaan membuat Pesanan Pembelian senilai Rp 500.000
  • Uang muka pembelian dibayarkan:
    • Rp 200.000 berupa barang (2 unit barang)
    • Rp 300.000 berupa tunai (cash)
  • Sisa nilai pembelian akan diperhitungkan pada Faktur Pembelian

Cara mencatat uang muka pembelian berupa barang:

Untuk mencatat uang muka pembelian berupa barang, proses dilakukan melalui beberapa tahapan berikut.

1. Membuat akun perkiraan penampung uang muka barang

  • Langkah pertama adalah membuat akun perkiraan khusus untuk menampung nilai uang muka pembelian berupa barang dengan tipe akun Beban Lainnya. Silakan ikuti tutorialnya di sini.

2. Mengatur akun penyesuaian persediaan di Preferensi

  • Masuk ke menu Pengaturan dan klik Preferensi.

mencatat uang muka pembelian barang

  • Pilih sub menu Akun Perkiraan – Penjualan/Pembelian
  • Pada kolom Akun Diskon di Penyesuaian Persediaan, pilih akun penampung uang muka barang yang telah dibuat.

mencatat uang muka pembelian barang

  • Beralih ke tab Persediaan.
  • Isi kolom Akun Penyesuaian dengan akun yang sama.
  • Klik Simpan.

mencatat uang muka pembelian barang

  • Pengaturan ini akan memastikan nilai penyesuaian persediaan akan masuk ke akun yang tepat.

3. Mencatat uang muka berupa barang (penyesuaian persediaan)

  • Masuk ke menu Persediaan dan pilih Penyesuaian Persediaan.

mencatat uang muka pembelian barang

  • Pilih jenis penyesuaian Pengurangan.

mencatat uang muka pembelian barang

  • Input barang yang digunakan sebagai uang muka (2 unit).
  • Pada tab Info Lainnya, pastikan Akun Penyesuaian Persediaan diisi dengan akun penampung uang muka pembelian berupa barang.
  • Simpan transaksi penyesuaian tersebut.

mencatat uang muka pembelian barang

mencatat uang muka pembelian barang

4. Membuat pesanan pembelian

  • Masuk ke menu Pembelian dan klik Pesanan Pembelian.

mencatat uang muka pembelian barang

  • Silakan isi informasi Pemasok, Tangga, Barang pembelian senilai Rp 500.000 (sesuai ilustrasi).
  • Pada Pesanan Pembelian yang sudah dibuat, klik tombol Proses.
  • Pilih opsi Uang Muka Pembelian.

mencatat uang muka pembelian barang

5. Membuat uang muka pembelian

  • Selanjutnya, Sistem akan membawa Kamu ke formulir Uang Muka Pembelian.
  • Isi Nomor Faktur, lalu klik Proses dan pilih Pembayaran.

mencatat uang muka pembelian barang

6. Mencatat pembayaran uang muka pembelian

  • Sistem akan menampilkan halaman Pembayaran Pembelian.
  • Pilih Bank/Kas yang digunakan untuk pembayaran uang muka tunai.
  • Klik detail faktur hingga muncul pop up detail transaksi.

mencatat uang muka pembelian barang

  • Pilih tab Informasi Diskon.
  • Pada kolom Akun Diskon, pilih akun penampung uang muka pembelian berupa barang.
  • Isi kolom Diskon sebesar Rp 200.000 (nilai barang).
  • Klik Lanjut, lalu Simpan.

mencatat uang muka pembelian barang

mencatat uang muka pembelian barang

  • Berikut tampilan jurnal yang terbentuk:

mencatat uang muka pembelian barang

7. Mengalokasikan uang muka ke faktur pembelian

  • Pilih Uang Muka Pembelian yang telah dicatat sebelumnya
  • Nilai uang muka berupa barang dan tunai akan otomatis mengurangi nilai hutang pembelian
  • Dengan begitu, sisa utang pembelian akan sesuai dengan nilai yang seharusnya dibayar.

Dengan mengikuti flow di atas, Accurate Online memungkinkan Kamu untuk mencatat uang muka pembelian berupa barang secara tepat dan sistematis. Persediaan, uang muka, dan hutang pembelian tetap tercatat akurat, sehingga laporan keuangan tidak mengalami selisih dan mudah ditelusuri.

Metode ini sangat direkomendasikan jika bisnis Kamu sering menggunakan skema uang muka pembelian non-tunai.