Cara Mengatasi Aset Tetap Tidak Disusutkan Saat Proses Akhir Bulan
Mengelola aset tetap tanpa penyusutan yang berjalan dengan benar itu seperti melihat laporan keuangan yang “terlihat sehat”, padahal nilainya belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.
Penyusutan berfungsi untuk menggambarkan penurunan nilai aset secara bertahap, sehingga laporan keuangan tetap relevan dan akurat dari waktu ke waktu.
Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit pengguna Accurate Online yang mengalami kendala ketika proses akhir bulan dilakukan, tetapi aset tetap tidak ikut disusutkan.
Kondisi ini tentu bisa menimbulkan kebingungan, bahkan berpotensi membuat laporan keuangan menjadi kurang tepat.
Berikut ini cara mengatasinya:
Sebelum masuk ke langkah pengecekan, Kamu bisa menonton video tutorial di bawah ini untuk mendapatkan gambaran cepat. Jika masih ingin memahami lebih detail penyebab dan solusinya, silakan lanjutkan membaca panduan ini sampai selesai.
Cara mengatasi penyusutan aset yang tidak jalan
1. Periksa masa manfaat aset tetap
- Pastikan masa manfaat aset tetap masih tersedia jika dihitung dari Tanggal Pakai.
- Jika masa manfaat sudah habis, maka sistem secara otomatis tidak akan lagi menghitung penyusutan karena aset dianggap sudah mencapai nilai ekonomisnya.
- Sebagai contoh, jika aset memiliki masa manfaat 4 tahun dan sudah melewati periode tersebut, maka tidak akan ada penyusutan tambahan yang dilakukan.
2. Cek tanggal pakai aset tetap
-
Perhatikan pengisian Tanggal Pakai pada aset tetap.
-
Pada Accurate Online, terdapat ketentuan bahwa jika Tanggal Pakai diisi setelah tanggal 15 dalam satu bulan, maka penyusutan tidak akan dihitung pada bulan tersebut, melainkan baru dimulai pada bulan berikutnya.
- Contoh:
- Tanggal Pakai: 31 Maret
- Proses akhir bulan: Maret
- Hasil: Belum disusutkan
- Penyusutan mulai: April
- Contoh:
-
Hal ini sering menjadi penyebab utama kenapa aset terlihat “tidak disusutkan”, padahal sebenarnya hanya tertunda perhitungannya.

3. Pastikan metode penyusutan sudah sesuai
- Periksa metode penyusutan yang digunakan pada aset tetap tersebut.
- Jika metode yang dipilih adalah Tidak Terdepresiasi, maka sistem memang tidak akan melakukan penyusutan sama sekali terhadap aset tersebut.
- Biasanya metode ini digunakan untuk aset tertentu yang nilainya tidak mengalami penurunan secara akuntansi, namun jika tujuan Kamu adalah melakukan penyusutan, maka pastikan memilih metode seperti:
- Garis lurus
- Saldo menurun
- atau metode lainnya sesuai kebijakan perusahaan.

4. Cek nilai sisa aset tetap
-
Nilai penyusutan dihitung dari rumus: Nilai Aset Tetap – Nilai Sisa
-
Jika nilai sisa diinput sama dengan nilai aset (nilai buku), maka hasil pengurangannya adalah 0. Artinya, tidak ada nilai yang bisa disusutkan. Contoh:
- Nilai aset: Rp 10.000.000
- Nilai sisa: Rp 10.000.000
- Nilai disusutkan: Rp 0
-
Pastikan nilai sisa diisi dengan realistis sesuai estimasi nilai akhir aset setelah masa manfaatnya berakhir.

Dengan memahami penyebab-penyebab di atas, Kamu bisa lebih cepat mengidentifikasi kenapa aset tetap tidak disusutkan dan langsung melakukan perbaikan yang diperlukan. Ini penting agar laporan keuangan yang dihasilkan tetap akurat dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan bisnis.
Untuk mempermudah pemahaman, Kamu bisa langsung menonton video tutorial yang tersedia agar dapat melihat prosesnya secara visual dan lebih praktis.