Cara Mengatur Nilai Persediaan pada Transaksi Retur Penjualan di Accurate Online
Dalam mencatat retur penjualan, menentukan nilai persediaan yang dikembalikan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga akurasi stok dan laporan keuangan perusahaan.
Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda mengenai penilaian nilai persediaan pada transaksi retur penjualan, baik itu dari mengikuti harga beli/biaya masuk terakhir (latest cost), atau mengikuti nilai beban pokok penjualan (BPP) yang digunakan saat faktur penjualan asli diterbitkan.
Accurate Online memahami kebutuhan ini dan telah menyediakan fitur pengaturan yang fleksibel agar pengguna bisa menentukan dasar perhitungan nilai retur sesuai kebijakan dan kebutuhan bisnis. Dengan fitur ini, Kamu bisa menghindari ketidaksesuaian antara nilai barang masuk kembali ke gudang dengan pengeluaran awalnya, serta memudahkan rekonsiliasi report inventory dan jurnal akuntansi secara transparan.
Berikut cara mengatur dasar nilai persediaan pada transaksi retur penjualan di Accurate Online.
Cara mengatur nilai persediaan retur penjualan
1. Mengakses menu pengaturan nilai persediaan retur penjualan
- Masuk ke menu Pengaturan, lalu klik Preferensi.

2. Pilih dasar nilai persediaan untuk retur
- Pada halaman preferensi, pilih Tab Penjualan.
- Di bagian retur penjualan, temukan opsi dasar nilai barang yang dikembalikan.
- Pilih salah satu opsi yang diinginkan:
- Harga beli/biaya masuk terakhir
- BPP (Beban Pokok Penjualan) Faktur Penjualan
- Klik Simpan setelah menentukan pilihan.

3. Contoh ilustrasi & hasil jurnal
Ilustrasi Retur Nilai Berdasarkan Harga Beli/Biaya Masuk Terakhir
Pada tanggal 22 Desember perusahaan melakukan retur atas faktur penjualan yang diterbitkan pada tanggal 19 Desember.
1. Nilai Barang yang di Retur (Nilai pengembalian yang dijurnal) sesuai Harga Beli/Biaya masuk terakhir.


- Berdasarkan jurnal transaksi pada gambar di atas, terdapat perbedaan antara nilai Persediaan pada faktur penjualan dan retur penjualan. Pada faktur penjualan total nilai persediaan tercatat sebesar Rp50.000, sedangkan pada transaksi Retur Penjualan tercatat sebesar Rp75.000.
- Untuk memastikan perbedaan tersebut, silakan lakukan pengecekan nilai persediaan pada laporan dengan membuka Laporan Rincian Nilai Persediaan.

Hasilnya menunjukkan bahwa nilai persediaan pada transaksi Retur Penjualan menggunakan nilai persediaan dari transaksi terakhir yang masuk sebelum terjadinya retur, yaitu transaksi PI.2025.12.00007 tanggal 17 Desember.
Hal ini disebabkan oleh pengaturan nilai persediaan barang retur yang mengikuti Harga Beli/Biaya masuk terakhir sehingga nilai persediaan yang digunakan pada transaksi Retur Penjualan adalah sebesar Rp75.000.
Ilustrasi retur nilai berdasarkan BPP Faktur Penjualan
- Jika pengaturan diset menggunakan BPP Faktur Penjualan, nilai persediaan yang dijurnal saat retur penjualan akan sama dengan nilai yang ada pada faktur penjualan awal (misal sama-sama Rp50.000).


- Jurnal faktur penjualan dan jurnal retur penjualan akan menunjukkan nilai persediaan yang konsisten, sehingga tidak ada selisih antara stok keluar dan masuk pada retur.
Dengan penyesuaian dasar nilai persediaan ini, Kami bisa memastikan setiap proses retur penjualan di Accurate Online berjalan sesuai kebutuhan dan standar akuntansi internal perusahaanmu.
Penyesuaian ini juga akan membantu Kamu dalam melakukan evaluasi HPP, pelaporan stok, serta hasil audit keuangan perusahaan.