Skip to main content

Pengaruh Barang Minus pada Laporan Keuangan di Accurate Online

Nibras Ratna Fauziah, A.Md.A.K, CAP
Nibras Ratna Fauziah, A.Md.A.K, CAP
Product Enablement Consultant

Dalam pengelolaan persediaan, menjaga ketersediaan stok barang sangat penting agar pencatatan keuangan tetap akurat. Namun pada kondisi tertentu, transaksi penjualan bisa saja dilakukan ketika stok barang di gudang sudah habis. Situasi ini dikenal sebagai barang minus atau stok minus.

Pada Accurate Online, sistem menggunakan metode pencatatan persediaan perpetual, sehingga nilai persediaan dan Beban Pokok Penjualan (BPP) akan diperbarui secara real-time berdasarkan transaksi yang terjadi serta metode penilaian persediaan yang digunakan, seperti FIFO atau Average. Oleh karena itu, ketika terjadi stok minus, sistem tetap dapat memproses transaksi penjualan, tetapi perhitungan nilai persediaan dan BPP akan menggunakan nilai sementara hingga transaksi pembelian berikutnya dilakukan.

Kondisi barang minus ini dapat memengaruhi nilai laporan keuangan, terutama pada laporan Neraca dan Beban Pokok Penjualan, bahkan dapat menyebabkan perubahan pada laporan periode sebelumnya setelah terjadi pembelian dengan harga yang berbeda.

Berikut penjelasan mengenai pengaruh barang minus pada laporan keuangan di Accurate Online.

Pengaruh barang minus pada laporan keuangan

1. Accurate online menggunakan metode persediaan perpetual

Accurate Online menggunakan metode persediaan perpetual, yaitu sistem pencatatan yang secara otomatis memperbarui nilai persediaan setiap kali terjadi transaksi pembelian atau penjualan.

Dengan metode ini, nilai Persediaan dan Beban Pokok Penjualan (BPP) akan selalu diperbarui secara langsung berdasarkan transaksi yang terjadi serta metode penilaian persediaan yang digunakan, seperti FIFO atau Average.

Hal ini membuat laporan keuangan dapat menampilkan nilai persediaan yang selalu mengikuti aktivitas transaksi secara aktual.

2. Stok minus terjadi ketika penjualan dilakukan saat stok kosong

Barang minus terjadi ketika transaksi penjualan dilakukan pada saat jumlah stok barang di gudang sebenarnya sudah nol atau tidak tersedia.

Pada kondisi ini, Accurate Online tetap mengizinkan transaksi penjualan diproses. Namun karena tidak ada nilai persediaan yang tersedia, sistem akan menggunakan harga beli terakhir (Last Actual Cost) sebagai nilai sementara untuk menghitung Beban Pokok Penjualan.

3. Ilustrasi kasus barang minus pada laporan persediaan

Sebagai ilustrasi, pada 28 Februari 2026, saldo Persediaan Furniture pada laporan Neraca tercatat sebesar Rp 3.500.000.

Pengaruh barang minus pada laporan keuangan

Namun ketika dilihat melalui laporan Rincian Nilai Persediaan, terdapat kondisi stok minus karena sebelumnya terjadi transaksi penjualan ketika stok barang tersebut sebenarnya sudah habis.

Dalam kondisi ini, Accurate Online akan menggunakan harga beli terakhir sebagai nilai sementara untuk menghitung nilai keluar dari persediaan.

4. Penyesuaian nilai terjadi setelah pembelian baru

Kemudian pada 10 Februari 2026, dilakukan pembelian barang yang sama dengan harga baru yaitu Rp 750.000 per unit, sementara harga beli sebelumnya adalah Rp 700.000 per unit.

Pengaruh barang minus pada laporan keuangan

Karena terdapat perbedaan harga pembelian, Accurate Online akan melakukan penyesuaian nilai keluar pada transaksi penjualan yang terjadi saat stok minus. Penyesuaian ini bertujuan agar nilai persediaan dan Beban Pokok Penjualan tetap sesuai dengan harga pembelian yang sebenarnya.

5. Dampak barang minus terhadap laporan keuangan

Penyesuaian yang terjadi akibat barang minus dapat memengaruhi beberapa laporan keuangan, di antaranya:

  • Nilai persediaan pada laporan Neraca periode sebelumnya
  • Nilai Beban Pokok Penjualan (BPP) pada periode sebelumnya

Hal ini terjadi karena Accurate Online memperbarui nilai transaksi yang sebelumnya menggunakan harga sementara saat stok minus.

Catatan: Barang minus dapat menyebabkan laporan keuangan pada periode sebelumnya berubah setelah terjadi transaksi pembelian baru. Untuk menghindari kondisi ini, pastikan stok barang sudah tersedia sebelum melakukan transaksi penjualan.