Skip to main content

Cara Membagi Biaya Penyusutan Aset ke Beberapa Proyek

Nibras Ratna Fauziah, A.Md.A.K, CAP
Product Enablement Consultant
Dipublikasikan: 18 Agustus 2026

Dalam bisnis berbasis proyek seperti rental mobil, mengetahui biaya yang benar-benar dikeluarkan untuk setiap proyek sangat penting. Salah satu biaya yang perlu diperhitungkan adalah biaya penyusutan aset tetap yang digunakan selama proyek berlangsung.

Tanpa alokasi yang tepat, laporan laba rugi per proyek dapat menjadi kurang akurat karena beban penyusutan hanya tercatat pada satu akun tanpa menunjukkan proyek yang menggunakan aset tersebut.

Accurate Online memungkinkan Kamu mengalokasikan beban penyusutan ke masing-masing proyek melalui Jurnal Umum, sehingga biaya setiap proyek dapat tercatat secara lebih proporsional.

Ilustrasi:

PT. ACC Tumbuh Bersama memiliki aset berupa Mobil Sigra dengan informasi sebagai berikut:

  • Tanggal mulai digunakan: 1 April 2025
  • Umur ekonomis: 14 tahun
  • Nilai perolehan: Rp200.000.000
  • Penyusutan metode garis lurus: Rp1.190.475 per bulan

Pada April 2025, Mobil Sigra digunakan untuk tiga proyek, yaitu:

  • Proyek Rental Mobil A
  • Proyek Rental Mobil B
  • Proyek Rental Mobil C

Agar biaya penyusutan tercatat secara merata, biaya penyusutan sebesar Rp1.190.475 perlu dialokasikan ke ketiga proyek tersebut.

Cara membagi biaya penyusutan aset ke beberapa proyek:

1. Jalankan Proses Akhir Bulan

  • Masuk ke menu Perusahaan.
  • Pilih Proses Akhir Bulan.

image2

  • Pilih periode April 2025.

  • Jalankan proses akhir bulan.

  • Setelah proses akhir bulan dilakukan, penyusutan aset tetap untuk periode tersebut akan dihitung oleh Accurate Online.

image6

2. Buat Jurnal Penyesuaian Alokasi Penyusutan

  • Masuk ke menu Buku Besar.
  • Pilih Jurnal Umum.
  • Klik Data Baru.

image4

3. Alokasikan Beban Penyusutan ke Masing-Masing Proyek

  • Beban penyusutan sebesar Rp1.190.475 akan dibagi secara merata ke tiga proyek.

  • Pada sisi Debit, pilih akun Beban Penyusutan Kendaraan.

  • Pilih Proyek Rental Mobil A dan input nilai Rp396.825.

  • Tambahkan baris berikutnya untuk Proyek Rental Mobil B dengan nilai Rp396.825.

  • Tambahkan baris berikutnya untuk Proyek Rental Mobil C dengan nilai Rp396.825.

  • Pada sisi Kredit, pilih akun Beban Penyusutan Kendaraan.

  • Input total sebesar Rp1.190.475 tanpa memilih proyek.

  • Pastikan total Debit dan Kredit sudah seimbang.

  • Klik Simpan.

image1

image3

Dengan pencatatan tersebut, beban penyusutan yang sebelumnya tercatat sebesar Rp1.190.475 tanpa proyek akan dialokasikan secara merata menjadi:

  • Proyek A: Rp396.825
  • Proyek B: Rp396.825
  • Proyek C: Rp396.825

image10

Catatan: Pastikan data usaha sudah terhubung dengan Cost & Profit Center dan nama proyek yang akan digunakan sudah terdaftar.

4. Periksa Laporan Laba/Rugi per Proyek

Setelah jurnal penyesuaian dibuat, Kamu dapat memeriksa apakah beban penyusutan sudah dialokasikan ke masing-masing proyek.

  • Masuk ke menu Laporan.
  • Pilih Daftar Laporan.

image5

  • Pilih kategori Pusat Laba dan Biaya.
  • Buka laporan Laba/Rugi per Proyek.

image9

  • Isi parameter tanggal sesuai periode yang ingin diperiksa.

  • Tentukan proyek yang ingin ditampilkan.

  • Tampilkan laporan.

image7

image8

  • Dari laporan tersebut, Kamu bisa melihat beban penyusutan yang sudah dialokasikan ke masing-masing proyek.

Dengan mengikuti langkah di atas, biaya penyusutan kendaraan dapat dialokasikan secara merata ke setiap proyek yang menggunakan aset tersebut. Dengan demikian, laporan laba/rugi per proyek menjadi lebih akurat dan dapat membantu Kamu dalam mengevaluasi keuntungan masing-masing proyek.